Monday, November 5, 2012

Tanggung Jawab Menegur

Whatsapp Yemayo-AEC: 0812-8985-9968

     Ruangan kelas terasa sunyi saat anak-anak mulai sibuk mengerjakan soal-soal yang berada dihadapan mereka. Saya tetap tenang memperhatikan mereka satu per satu. Jika ada yang mulai duduknya tidak tegak, memiringkan  badannya atau menaruh kepalanya di kursi, saya segera mendekati dan memberi isyarat untuk mereka mulai duduk dengan tegak dan fokus dengan materi tertulis yang sedang dikerjakan.

      Saat itu ada sesorang anak yang bernama Caca berusia 12 tahun  melihat ke arah saya dan mengerutu. Melihat hal itu saya bertanya, ada apa Caca?
“Coach, kok  soalnya banyak banget sih?” Tanya Caca kemudian. Saya  hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Caca.
“Soalnya dikurangi dong coach.. Banyak sekali ini!” Kata Caca dengan suara yang agak keras. Saya memperhatikan teman-teman Caca yang lain mereka tetap dengan fokus mengerjakan soal-soal tersebut.
Caca, coba Caca lihat teman-teman Caca, adakah diantara mereka yang mengeluh?” Tanya saya padanya. Caca kemudian memalingkan wajahnya ke arah teman-temannya dan kemudian melihat pada saya kembali kemudian ia terdiam dan menundukkan kepalanya mengerjakan soal-soalnya kembali.
Caca..kata saya kemudian. Caca belum menjawab pertanyaan coach.” Kata saya menghampiri Caca.
Iya, saya kerjakan soalnya coach !” Jawabnya tidak menatap wajah saya.

     Beberapa minggu setelah kejadian itu, Caca tidak hadir, mungkin ia kesal akan kejadian itu. Pada murid-murid yang besar, memang sering terjadi mereka marah jika ditegur. Tapi bagaimanapun, teguran itu tetap wajib diberikan pada tempatnya.

Suatu pagi, setelah 3 pertemuan tidak hadir, Caca tampak turun dari mobilnya.
Caca sudah masuk hari ini. Dari kejauhan saya melihat tingkah Caca sopan sekali karena Caca sempat menyapa para coach yang ada di depan dengan orangtua murid.
Hai, coach Angel.” Sapa Caca.
Hallo Caca, apa kabar ?” Kata saya sambil mendekatinya.
 “Oh ya, coach, saya hanya bawa PR terakhir dimana saya masuk dan saya tidak ada PR yang baru. Kemarin coach Angel memberi materi apa ya untuk teman-teman dan sudah sampai dimana ya, coach?” Tanya Caca serius.
OK, Caca, mari masuk kelas, coach Angel akan memberi penjelasan untuk materi-materi yang sempat tidak Caca ikuti beberapa minggu ini.” Jawab saya seraya meminta murid yang lain juga masuk kelas.

Jika boleh memilih, tentu  sebagai pelatih, saya ingin selalu hanya bersikap baik saja pada murid latih, bahkan sungguh saya tidak ingin menyulitkan mereka. Tetapi bagaimanapun, saya wajib untuk secara konsisten memberi pengarahan untuk pembentukkan pola pikir positif dan menanamkan disiplin bagi mereka semua. Tidak setiap saat kami mendapat senyuman ramah dari murid. Tetapi apa yang kami tanamkan ini memang memerlukan waktu untuk menuai hasil yang baik.

 Tulisan: Coach Angel Siahaya SH


Yemayo's Bulletin: Edisi November 2012

Daftar Isi:

- Salam dari kami...
- Info Tetap
- Tulisan Coach: Ketika Dua Kali Ia Menjawab Saya...
- Tokoh Inspirasi Dunia: Louis Pasteur
- www.juniory-pre-school.blogspot.com: Pakai Waktu Secara Optimal
- Testimoni dan Harapan Orangtua
- Twitter Keluarga
- Pesan Coach: Tak Peduli Seberapa Pandainya Engkau... Tetaplah selalu hormati orangtuamu
- www.yacintasenduk.blogspot.com: Tidak Usah Memuji Masakan Mama
- Team
- Gambar motivasional
- Putra-putri Yemayo AEC mengisi acara "Travel Fair" di Metro Broadway, Pantai Indah Kapuk
- Ruang Bertanya & Curhat: Catatan Ibu
- Ketika kejujuran harus diutarakan
- Ibuku melarang aku sekolah, Pak.
- Seminar
- Informasi
- Pick Up Point
- www.sepuluhtempatlebih.blogspot.com
- Aneka Ragam Makanan

Monday, October 8, 2012

Yemayo's Bulletin: Edisi Oktober 2012




Daftar Isi

- Salam dari kami…
- Info Tetap
- Tantangan dalam melatih
- Tokoh Inspirasi Dunia: Albert Einstein
- Galeri kegiatan murid
- Twitter Keluarga
- Rotasi Staff & Pengajar
- www.yacintasenduk.blogspot.com: “Bilang padanya Aku ada rapat”
- Sekelumit Perjalanan Team
- Gambar Motivasional
- Juniory Pre-School
- Selamat Ulang Tahun: Ridley Oakley Nurhema
- Nilai-nilai: Pria dan Wanita untuk melatih murid
- www.juniory-pre-school.blogspot.com: “Ketika Menangis Saat Bersekolah”
- Ruang bertanya & curhat: Yang Cantik ataupun yang Jelek
- Jadi, Apa sih Kecerdasan Pribadi?
- Tulisan Coach: “Tanggung Jawab Menegur” (Coach Angel Siahaya, SH)
- Informasi
- Pick Up Point
- www.sepuluhtempatlebih.blogspot.com: “Aneka Ragam Minuman”

Iklan:

Thursday, October 4, 2012

Mengapa Jadwal Lagi?


     Selasa senja seperti biasa saya membagikan lembar jadwal harian untuk diisi. Seorang murid, 6 tahun menerimanya sambil mengeluh “Yaach...itu lagi. Kenapa harus itu lagi? Kan sudah minggu kemarin.”

     Saya mengulurkan tangan mengusap kepalanya dan mengawali jawaban dengan senyuman, “Coach Uli setiap hari Selasa akan memberikan lembar jadwal harian untuk kalian isi. Coach ingin tahu apa yang kalian lakukan di hari Senin atau hari lainnya. Hal ini dimaksudkan agar kalian bisa mengatur waktu mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Serta ini untuk melatih kedisiplinan dan tanggung jawab kalian akan waktu. Jika kalian menjadwalkan bangun tidur pk.06.00  maka kalian harus mengupayakan untuk bangun jam 6 pagi. Orang tua kalian juga akan membantu kalian untuk memeriksa apa kalian melakukan kegiatan yang kalian tulis sesuai jadwal atau tidak. Disitulah akan tertanam kedisiplinan dan tanggung jawab. Dan perlu kalian ingat! Waktu tidak dapat diulang kembali.” Hanya orang-orang yang mampu mengatur waktunya dengan baik yang bisa meraih sukses. Bagi beberapa orang, terutama anak-anak, menguraikan kegiatan harian mereka bisa jadi merupakan sebuah hal yang cukup sulit dan membingungkan. Namun Yemayo memandang penting tentang penjadwalan kegiatan harian menjadi sebuah rutinitas yang mengasyikkan. Karena bagaimanapun juga waktu tidak dapat diulang kembali. Dan orang-orang yang berkepribadian sukses, cerdas dan bahagia tentu memulainya dengan mengoptimalkan waktu 24 jam yang dia miliki. Agar tidak ada 1 menit pun yang terbuang sia-sia. Yemayo menanamkan akan pentingnya mengatur waktu. Melalui jadwal harian, anak dilatih kedisiplinan dan tanggung jawab.

Beberapa anak yang tergolong usia 5-7 tahun tidak jarang mendapat kesulitan dalam memahami konsep waktu, disinilah peran coach/pelatih untuk mengarahkan anaknya.  Bagi anak usia 8 tahun ke atas, jadwal akan membantu mereka mengatur rutinitas mereka dan melatih mereka untuk lebih menghargai waktu. Bila mereka memulai hari dengan kelalaian ataupun keterlambatan maka ini akan berimbas pada ketidakteraturan kegiatan lainnya. Tentunya ini akan sangat mengganggu kesibukan mereka. Maka  disinilah akan mulai terpupuk rasa tanggung jawab terhadap waktu yang sudah ditetapkan/dialokasikan.

Banyak kata mutiara yang menggambarkan betapa berharganya waktu, hingga waktu diibaratkan sebagai emas yang bernilai tinggi. Namun ada pepatah yang menyatakan waktu setajam pedang. Hal ini bermakna jika tidak dipergunakan dengan benar maka akan melukai si pemiliknya.

(Coach Yuliani, S.Pd)


Saturday, September 1, 2012

Berfoto dengan Bapak Kapolres

Pada tanggal 15 Agustus 2012, Yemayo-AEC team mendapat kesempatan yang menggembirakan, boleh berfoto bersama dengan Kapolres  Jakarta Pusat, Bapak Drs. Angesta Romano Yoyol. Di tengah-tengah jadwal yang sungguh padat, beliau masih bersedia menyempatkan diri untuk sejenak menerima team kami yang berjumlah 13 orang. 

Dari rumah rakyat kecil sampai kediaman Presiden merupakan lingkup tanggung jawab pengamanannya, hal ini dijelaskan beliau di dalam pembicaraan yang bersahaja.

Pertemuan ini tidak lama  karena di luar, tamu yang menanti untuk bertemu dengan Beliau sudah banyak sekali. Terimakasih kami boleh diterima dan berfoto bersama Bapak Kapolres Jakarta Pusat yang sekaligus merupakan orangtua murid kami. Selamat bertugas, Pak.



Friday, July 20, 2012

Buletin Perdana Yemayo - TELAH TERBIT

Buletin Perdana Yemayo, edisi 1 Agustus 2011.
FREE

Dapat diperoleh beberapa Pick Up Point atau di:
- Yemayo AEC cabang Pluit
- Yemayo AEC cabang Kelapa Gading
- Yemayo AEC cabang Meruya



Untuk keterangan lebih lanjut dan pemasangan iklan:
Telephone: 021-7065001 atau 6603390
Atau e-mail: info@yemayo.com




Pick Up Point, Yemayo's bulletin:


Emporium Mall, Pluit
1. Starbucks Coffee
          "Ramadhan Happy hour any Frappucino during Ramadhan 5pm - 8pm"
2. Han-Gang "White Hunter" Inconito, GF Emporium Mall
3. Sop Ikan Batam, Emporium Pluit lt.2, 6667-6568
           "Hidup sehat dengan mengonsumsi ikan"
4. X.O Suki & Dim Sum, Emporium Pluit Mall, Lt. 2
           "Boil Here & Get Healthy Only at X.O Suki & Dim Sum Emporium Pluit Mall"

Mall Puri Indah, Puri
1. Shabu Tei
          "Shabu-shabu beef & seafood"
2. X.O Suki Puri
          "Get Healthy with X.O Suki Puri"
3. Ajisen Ramen, 582-2611
          "Nikmati volcano corn ramen"
4. Resto Sushi Hana, 582-2445/46
          "Authentic Japanese Restaurant"
5. Cafe Gayo

Mall Kelapa Gading
1. Dante Coffee Shop
          "Get Discount 30% for BRI and Panin Bank credit card."
2. Starbucks Coffee, 458-55009

Mall of Indonesia
1. Starbucks Coffee, 458-68020/23
2. A&W, Mall of Indonesia, 458-67928/29

Central Park Mall
1. Kiyadon - Sushi Japanese Restaurant, Central Park Mall, Lantai UG, No. 120-125, ph-56985278
2. Takigawa Japanese Resto, Central Park Mall, Lower Ground Floor L-106, ph-56985626
3. Jun N Jan Seafood Restaurant, Central Park Mall, Lantai LG. 204 A, ph-56985589
4. La Finestra Pizza & Pasta, Tribeca Ground Floor, TGF#16, ph-29200292
     “Grab Our Daily Special 20% Disc @lafinestra Central Park"

Plaza Indonesia
1. By The Beach, EX 2nd Floor Unit 30-30A, 31990210, 31990221
2. I-tasuki, EX 2nd floor #EH01, ph-29923501
3. Din Tai Fung Restaurant, Plaza Indonesia 3rd Level unit 30, ph-70956282

Plaza Senayan
1. Din Tai Fung Restaurant, lantai 3/318C, ph-82578828
     “THE WORLD’S TASTIEST DUMPLING @dintaifungindo”

Senayan City
1. Coffee Club, lot LG 73, ph.727812111, www.coffeeclubworld.com
2. Aroma Pondok Sunda, LG Floor no.78, ph-72781388, FB: Center Stage Mal Taman Anggrek

Pacific Place
1. Din Tai Fung Restaurant, 5th Level unit 52 SCBD
    
Rumah Sakit
1. Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina Podomoro, Jl. Danau agung 2 Blok E3 no.28-31, 640-4910
2. Rumah Sakit Satya Negara, Jl. Agung Utara Raya Blok A no.1, 647-15200

Salon
1. Love Salon, Jl. Danau Agung 2 Blok E-13 no.1E, 658-31361
2. Stylez Salon & Make Up Artist, Jl. Danau agung 2 Blok E13 no.1D, 658-31635
3. Yopie Salon, Jl. Raya Boulevard Raya, Kelapa Gading, 458-67877

Resto
1. Restoran Iton dan Roti kukus, Jl. Pluit Karang Timur, blok B8 Timur no.113-115, 661-9460
          "Nikmati Xiau Lung Pau kukus kami dan yang terbaru Xiau Lung Pau goreng".
2. Pondok Kepiting Asap, Jl. Danau Sunter Utara Blok A III no.1-2-3, 651-064 / 6892-5882
3. T-Phone, Jl.KH.Hasyim Ashari, Roxymas blok B2-12, 021-6007878, 6253838
4. New Tawang Restaurant, Jl.Batu ceper No.8 Jakarta Pusat, 081213400609
5. Jun Njan, Jl.Batu ceper No.69 Jakarta Pusat, 0213814063, 0213814434
6. Oriental Penang Resto,  Jl.Batu Tulis Raya 27 A Jakarta Pusat, 0812855850, 08176916569
7. Tekko Restaurant, Jl.Batu Tulis raya no 36 Jakarta Pusat, 021-3843891
8. Liyen Restaurant, Jl. Batu Tulis Raya no 37 Jakarta Pusat, 021-3451516
9. La Finestra Pizza & Pasta, Jl. Tanjung Karang no.5 Jakarta, 021-3928992

Stores
1. Baja Electric, Pasar kenari lantai dasar AKS 71-72 Salemba Jakarta Pusat, 021- 31930461
2. Laba-laba:
     (a) Jln. Cikini Raya 85, telp.31937587
     (b) Panglima Polim no.44, Jakarta Selatan, telp.7244441
     (c) Jln. KH. Samanhudi 65A, Jkt 10710, telp.3456278
3. AVIA Tour
     (a) Jl. Bungur Besar no.45 Jakarta 10160, telp.4223888, 4223838
     (b) Plaza Indonesia level 3 no.91, ph-31927086



Friday, June 15, 2012

Komentar baru - 14 Juni 2012

"I went to Indonesia for me and my kids holiday. I met my friend who he and wife were going to this place called Yemayo. I don't speak the language very well, but when I got there, I was amazed by the hospitality and polite service of the staffs. All staffs seemed to be very happy and welcomed the customers with warm smile. Then I let my kids and my friend's kids played with the coach. Really, it was a very simple game, I really thought there's nothing special about it at all. But after 10 minutes, the room filled with joy and enthusiasm. My youngest son was a rather quiet kid, but I saw him throwing the balls with the encouragement of the coach and staff very positively. They didn't give up encouraging him when my son was upset because the balls didn't go into the bowl. It was just a 20 minutes stopping by in Yemayo and my kids didn't stop talking about that simple game in the car. Really, it was not about the game. There's something more about it. And from my friend's explanation about Yemayo, oh how I wish I could enroll my kids there. No wonder why they have many positive testimonies. I have never seen such a very positive encouraging environment like it before in anywhere. Wow! Success Yemayo and staffs!"
J. Kwok.

Thursday, June 14, 2012

Gathering sebelum melatih murid Program Liburan 14 Juni - 10 Juli 2012

Dinner Shangrila Hotel, 12 Juni 2012 - Siap - GO TEAM!

Saat-saat penuh tantangan, ingat juga saat-saat baik kita.

Miss Rosa, Coach April, Coach Heppy, Coach Angel

Team Yemayo AEC - Pluit

Pluit, ayo bergaya lagi...

Team Yemayo AEC, Meruya

Meruya, kembali bergaya

Team Yemayo AEC, Kelapa Gading Cowok dan cewek memang beda ya gayanya.

Selamat makan...

Fun time... Karaoke

Tadinya sih pada joged, tapi karena capek, jadi duduk aja lucu-lucuan

May dear GOD bless us all... and be with us all.


YEMAYO ADVANCE EDUCATION CENTERhttp://myyemayo.blogspot.com/p/tentang-yemayo.html
PROGRAM LIBURAN 2012, 16x pertemuan @2jam/pertemuan. Tanggal 14 Juni s.d 10 Juli 2012:http://myyemayo.blogspot.com/2012/05/program-liburan-2012.html
JADI, APA SIH KECERDASAN PRIBADI? http://myyemayo.blogspot.com/2012/06/jadi-apa-sih-kecerdasan-pribadi.html

Friday, June 8, 2012

Pelatih tetap berlatih...

Bagaimanapun dan apapun alasannya, pelatih harus tetap berlatih, agar lebih luwes, agar lebih sigap mengantisipasi hal-hal yang seringnya tidak terduga. Melatih gerakan-gerakan, melatih visualisasi pembicaraan yang positif terhadap anak murid. Tiada hari kerja tanpa melatih, dan tiada hari kerja tanpa berlatih agar semangat tetap terjaga dengan baik.









YEMAYO ADVANCE EDUCATION CENTERhttp://myyemayo.blogspot.com/p/tentang-yemayo.html
PROGRAM LIBURAN 2012, 16x pertemuan @2jam/pertemuan. Tanggal 14 Juni s.d 10 Juli 2012:http://myyemayo.blogspot.com/2012/05/program-liburan-2012.html
JADI, APA SIH KECERDASAN PRIBADI? http://myyemayo.blogspot.com/2012/06/jadi-apa-sih-kecerdasan-pribadi.html

Tuesday, June 5, 2012

Jadi, apa sih Kecerdasan Pribadi?

Sosialisasi konsep Kecerdasan Pribadi masihlah merupakan tantangan kami tersendiri. Walaupun telah lebih 6 tahun lembaga Kecerdasan Pribadi ini berdiri dan telah memberikan begitu banyak hasil yang positif, kami masih menerima tantangan-tantangan untuk menjelaskan tentang 'Kecerdasan Pribadi'.

Sebagai ilustrasi, kami sering menggunakan cerita para ahli yang mencoba memperkenalkan hasil temuannya. Ketika bapak Thomas Alva Edison akan mengenalkan bolam lampu, beliau cukup kesulitan untuk menjelaskan apa itu lampu. 

"Lampu itu adalah alat penerangan."
"Berarti lampu itu semacam obor?"
"Bukan! Lampu ya lampu."
"Lampu itu adalah lilin?"
"Bukan! Lampu adalah alat penerangan, tidak sama dengan obor ataupun lilin."
"Lalu, alat penerangan itu kan cukup saja lilin juga obor, lalu mengapa kita memerlukan lampu? Seperti apakah lampu itu?"
"Mari, saya tunjukkan apa itu lampu."
Setelah begitu melihat betapa terangnya lampu, maka lampu-lampu pun mulailah dipakai sebagai penerangan di seluruh dunia.

Demikian juga ketika kami mengatakan bahwa 'Kecerdasan Pribadi' adalah kecerdasan menyeluruh seorang pribadi yang harus diasah, kami menerima banyak pertanyaan,
"Kecerdasan Pribadi itu adalah pelajaran budi pekerti ya?"
"Bukan. Karena kami justru membiasakan anak berpikir dan bukan hanya sekedar mengikuti norma-norma aturan yang ada. Sehingga selain menghasilkan pribadi yang santun juga akan menghasilkan pribadi yang cerdas.”
"Kecerdasan Pribadi itu hanya untuk anak-anak yang bermasalah dalam emosi ya?"
"Bukan. Kecerdasan Pribadi untuk mengasah kecerdasan seorang pribadi secara menyeluruh, jadi tidak dikotak-kotakkan untuk emosi atau untuk intelijensia.”
“Kecerdasan Pribadi itu hanya untuk anak-anak nakal ya?”
“Apakah pergi ke sekolah hanya untuk anak-anak nakal? Tentu tidak. Kita ke sekolah karena kita ingin pandai. Demikian juga mengasah Kecerdasan Pribadi, juga berlaku untuk semua pribadi, gunanya untuk mempertajam kecerdasan seseorang secara menyeluruh.”

Dan itulah sebabnya mengapa semua anak-anak yang telah mengasah Kecerdasan Pribadi mereka berbeda secara positif luar biasa dari segi prestasi dan perilakunya. Itulah Kecerdasan Pribadi utuh menyeluruh yang kami persembahkan.


YEMAYO ADVANCE EDUCATION CENTER: http://myyemayo.blogspot.com/p/tentang-yemayo.html
PROGRAM LIBURAN 2012, 16x pertemuan @2jam/pertemuan. Tanggal 14 Juni s.d 10 Juli 2012: http://myyemayo.blogspot.com/2012/05/program-liburan-2012.html


Saturday, May 19, 2012

PROGRAM LIBURAN 2012

Mengisi liburan anak dengan aktivitas Kecerdasan Pribadi yang bermanfaat.

- Untuk anak-anak usia 2 s.d 19 tahun
- Mulai: 14 Juni s.d 10 Juli 2012
- 16x pertemuan, 2jam per pertemuan
- Hari: Senin, Selasa, Kamis, Jumat

Discount 25% untuk pembayaran yang dilakukan selama bulan Mei 2012

Mengapa Kecerdasan Pribadi?
http://myyemayo.blogspot.com/p/tentang-yemayo.html

Para pakar pun bertanya, bagaimana anak-anak itu bisa berubah secara positif? Atau, bagaimana anak-anak itu menjadi semakin berprestasi dan gembira?
http://myyemayo.blogspot.com/p/para-pakar-merekomendasikan-yemayo-aec.html

Saturday, March 31, 2012

POSTING BARU - 31 Maret 2012

1. Halaman Baru: Kecerdasan Pribadi: http://myyemayo.blogspot.com/p/kecerdasan-pribadi.html

2. Testimoni-testimoni  baru:

Sejak kursus di Yemayo, Joshua lebih mandiri dan bertanggung jawab dalam membagi waktu untuk belajar dan bermain, sehingga nilai di sekolah mengalami peningkatan. Secara emosi juga lebih baik. Terimakasih kepada coach yang mengajar dan sudah membantu Joshua. (Joshua’s mom) – 22/3/2012, coach Heppy

Perubahan Darien ada pada perilaku dan hasil ulangan. Ada cara bicara yang masih perlu diarahkan. Saya senang hasil ulangannya ada peningkatan di bandingkan 3 bulan yang lalu. Guru sekolahnya berkata perilakunya pun ada perubahan. Ia suka bermain namun juga bertanggung jawab dengan pelajaran-pelajarannya apalagi pelajaran matematika. Darien lebih mau mendengarkan. (Papi Darien) – 22/3/2012, coach Singgih

Sekarang Aditya sudah agak fokus dibandingkan dahulu. Kosa katanya sudah banyak meski lafalisasinya masih kurang. Sudah dapat diajak berkomunikasi 2 arah dan kontak mata pada saat berkomunikasi sudah banyak kemajuan. Sudah dapat berhitung dan di rumah sudah mulai senang menyanyi lagu anak-anak. (Mama Aditya) – 23/3/2012, coach Minda

Rexwald sekarang much better. Diajak ngobrol juga sudah mau melihat. Mulai keluar suara sejak ikut Yemayo. Nyanyi paling suka. Untuk selanjutnya saya ingin Rexwald lebih sering diajak berkomunikasi. Biar ada atau bisa berkomunikasi dua arah. Thank you, coach. Sangat bagus sekali! (Mama Rexwald. Rexwald berusia 3 tahun) - 19/3/2012, coach Angel

Mama Keisha berkata bahwa ada perubahan positif dari putrinya selama kursus di Yemayo sejak Januari 2012, yaitu: sudah mulai mau berbicara, mengikuti kata-kata, sudah mulai berceloteh, bisa bernyanyi beberapa lagu. Secara lafalisasi memang masih belum begitu jelas, tapi papa-mama Keisha percaya Keisha akan semakin banyak kemajuan. (Pembicaraan dengan mama Keisha. Keisha berusia 2 tahun) – 17/3/2012, coach April

Saat baru masuk Yemayo, Shane anak saya masih suka menangis karena takut berpisah dengan mamanya. Setelah 1 bulan bergabung, dia mulai tidak menangis. Bahkan sekarang cukup diantar sampai pintu masuk. Dia mulai suka ke Yemayo. Ada inisiatif, “mau ke sekolah dulu” katanya. Terimakasih Yemayo.  (Mama Shane. Shane berusia 2 tahun) – 16/3/2012, coach Minda

Sunday, March 25, 2012

Zola dan Lagu

Aprilia Ebtiani Amd (Coach)
Sebutlah Zola , gadis cilik yang enggan bertemu dengan orang-orang. Untuk membujuknya bergabung dengan teman-temannya dalam suatu kegiatan saja sangat sulit dan membutuhkan kesabaran. Mungkin karena Zola bertubuh paling kecil di antara teman sekelasnya yang rata-rata lebih besar dibandingkan dirinya, sehingga Zola cenderung menarik diri  dari teman-temannya. Tak jarang Zola pun menangis bahkan suatu hari aku mendapat kabar bahwa Zola tidak mau masuk kelas dan ibunya nyaris putus asa membujuknya. Namun aku berusaha meyakinkan ibu Zola agar tidak putus asa membujuknya datang ke kelas lagi. Syukurlah, ibu Zola pun masih mau membujuk Zola dan bujukannya berhasil.

Aku ingat suatu hari saat aku memutar sebuah lagu, memutar lagu memang adalah kegiatan rutin awal kelas, namun kali itu aku melihat Zola tampak bersenandung kecil mengikuti lagu dan iramanya. Rupanya Zola sangat menyukai lagu itu. Saat melihat hal itu, aku mulai mengerti bagaimana mendekati Zola. Yah! Setiap anak memang unik, dengan demikian, pendekatannya pun memang tidak bisa semua disamakan.



Keesokan harinya aku mendekati Zola dengan cara mengajaknya bernyanyi bersama dengan teman-teman sekelasnya sebelum kami melakukan kegiatan rutin belajar-bermain. Lagu Zola kuputar 2x pada hari itu. Awalnya, Zola tampak enggan dan malu-malu namun lama-kelamaan ia mulai menikmati kegiatan bersama kami, dan sampai sekarang, bernyanyi dan bermain adalah kegiatan yang ditunggu oleh Zola. Walaupun demikian, lagu yang dipakai sudah berganti-ganti, Zola tampak sudah nyaman dengan rutinitas bergerak mengikuti lagu sebelum masuk ke kelas tersebut, ia tak lagi harus dibujuk dengan satu lagu kesukaannya saja. Ia sekarang juga tidak merasa takut atau enggan pada teman-teman dikelasnya ataupun pada orang-orang yang baru dijumpainya di Yemayo. Kini Zola sudah bisa mengikuti setiap kegiatan dengan baik tahap demi tahap. Juga sangat menggembirakan karena kini Zola sudah berani berangkat sendiri tanpa ibunya, hanya ditemani oleh sang pengasuh. “Zola selalu berangkat sekolah dengan gembira,” kata sang pengasuh.

-Coach April

Tuesday, March 20, 2012

Konsistensi Melatih

     “Coach, selamat pagi! Maaf, ya, coach, saya terlambat lagi”, demikian kata Dannny setelah masuk ke kelas.  Saya yang sedang mengajar, kaget dengan kehadiran  Danny yang kalau dihitung sudah terlambat 30 menit.

     “Hmmm,... Danny, kalau coach boleh tanya, kenapa Danny belakangan ini sering sekali terlambat?”,  tanya saya menahan langkah Danny untuk duduk.
     ‘Maaf, coach, tadi supir saya terlambat, padahal saya sudah siap dari pukul 08.00,’ kata Danny membela diri.
     “Sabtu minggu lalu kenapa terlambat juga?”  Tanya saya kembali.  “Sama coach, supirnya terlambat juga”, kata Danny dengan entengnya.
     “Oh, OK, Danny, bagaimana hari Sabtu depan, apakah masih akan terlambat lagi? Kita perlu buat kesepakatan untuk hal ini, Danny.” Kata saya dengan suara tegas.
     “OK, coach, tapi saya mau beritahu teman-teman dulu ini bahwa ada bermacam-macam lomba di sekolah saya, mereka harus ikut !” Kata Danny sambil memperlihatkan selembar brosur di depan kelas untuk teman-temannya .
     “Ada lomba, Danny?” Tegur saya melihat sikap Danny yang tidak mengacuhkan perihal apa yang sedang sementara saya bicarakan dengannya itu.
      “Sebentar coach, saya sedang memberitahu teman-teman.” Kata Danny tanpa melihat ke saya dan terus berbicara di depan kelas.
     “Danny, kita masih sedang bicara.” Kata saya sambil mendekatinya dan saya memintanya duduk.       
     “Tunggu coach, saya mau ...,’
     “Tidak Danny! Danny sudah terlambat, dan pembicaraan Danny dan coach belum selesai, pantaskah  Danny bersikap demikian?” Tanya saya tegas.
     “Apakah Danny sudah minta ijin ke coach untuk memberi pengumuman?” Tanya saya kembali.    
     “Maaf sekali ya, coach.” Jawabnya. Walau ia meminta maaf namun tampak ia kurang memahami serangkaian peristiwa yang baru terjadi tersebut, ia terlihat sangat antusias ingin mengajak teman-temannya mengikuti lomba tanpa menghiraukan pembahasan tentang keterlambatannya yang sedang dipermasalahkan oleh saya sebagai coach-nya.

     Danny adalah salah satu murid yang berusia  15 tahun yang berperilaku kurang sopan dan memiliki sikap yang keras namun sebenarnya ia seorang anak yang cerdas. Sikap seperti inilah yang sering membuat beberapa teman-teman sekelas Danny kurang menyukainya walaupun tidak secara langsung mereka ungkapkan di depan Danny tapi sikap mereka bisa terlihat kalau mereka tidak suka berteman dengan Danny. Setiap kali berlatih, selalu saja ada ulahnya yang membuat teman-temannya enggan mendekatinya.  Belum lagi, Danny senang sekali menggurui teman-temannya yang terlihat melakukan kesalahan. Jika coach menegur temannya yang salah, Danny ikut-ikutan dan kadang juga menggunakan kata-kata yang kasar.

     Beberapa kali saya berusaha berbicara berdua dengan Danny ataupun saya tegur langsung di hadapan teman-temannya jika Danny mulai berulah namun Danny tidak mau mendengar apa yang saya sampaikan .

     Suatu kali saat Danny mulai menggurui temannya, saya langsung bertanya, Danny, sudah berapa kali coach menegur Danny tentang hal ini?” Apakah coach meminta Danny untuk menegur teman-teman di kelas?” Tanya saya dengan tegas.  Awalnya Danny sempat terdiam mendengar pertanyaan saya, tapi kemudian wajahnya agak cemberut dan diam. Saya tidak mau berhenti  sampai disitu saja, saya berjalan menuju tempat duduk Danny dan saya mulai berbicara kembali.
     “Danny, apakah tadi temannya berbuat salah kepada Danny?
     “Tidak coach!”Jawab Danny dengan suara  pelan.
     “Apakah teman Danny memarahi Danny?
     “Tidak, coach!” Jawab Danny sambil menunduk.
     “Bagaimana perasaan Danny jika temanmu memarahimu padahal Danny tidak melakukan kesalahan kepada temanmu itu?” Tanya saya masih dengan nada suara yang tegas.  Danny terlihat diam saja namun saya masih tetap berdiri di hadapannya dan sabar menunggu jawaban Danny atas pertanyaan saya tadi.
     “Jadi, apakah jawabanmu, Danny?”  Tanya saya kembali.
     “Maaf, coach, saya salah, tindakan saya tidak benar, saya tidak akan mengulangi lagi perbuatan saya itu.” Kata Danny dengan suara pelan, tapi kali ini tersirat nada penyesalan didalamnya.
     “Maaf ya teman-teman kalau selama ini saya membuat teman-teman kesal. Saya janji akan bersikap lebih baik lagi.” Kata Danny. Kali ini Danny membuat saya terkejut, sudah berkali-kali hal seperti ini saya tegurkan padanya, tetapi tampak teguran-teguran saya berlalu begitu saja. Namun hari ini, saya terkejut bahwa ia menyadari perilakunya yang tidak baik itu dan langsung meminta maaf pada teman-temannya. Hari-hari berikutnya, Danny memang benar-benar tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama.

     Inilah salah satu esensi “coaching” (melatih), seorang pelatih tak boleh segan untuk mengingatkan dan mengkomunikasikan hal-hal baik yang seharusnya diingat oleh seorang anak (pribadi). Teguran itu sangat perlu tetapi harus dibawakan dalam pembicaraan sebab akibat yang membuat anak berpikir bukan suatu nasihat panjang-lebar yang membuat anak malas mendengarkan. Ketika satu atau dua kali anak belum mendengarkan, coach tak boleh pernah jenuh untuk memberi teguran tanya-jawab itu untuk yang kesekian kalinya. Memang ada pribadi yang bisa diberi satu kali teguran, namun ada juga pribadi-pribadi yang harus diberikan teguran berkali-kali. Untuk pribadi yang perlu diberikan teguran berkali-kali, seorang coach tidak boleh memercayai bahwa pribadi itu ‘jahat’ atau ‘tidak bisa berubah’ lagi. Terkadang, ada hal-hal dimana kita perlu sabar ‘menunggu waktu’ agar anak bisa merasakan pengalamannya, memikirkannya, menyimpulkannya… Yang tetap perlu kita lakukan sebagai pelatih hanyalah tetap konsisten memberikan pelatihan dan tidak terpancing secara emosi jika hasil saat itu belum sesuai seperti yang diharapkan.

-Angel Siahaya SH

Saturday, February 25, 2012

Sebenarnya Mau Ibu Apa?

Seorang ibu, kenalan baik saya minta agar saya menolongnya menangani kasus anak gadis kecilnya yang berusia 10 tahun. ”Tolonglah, anakku ini sudah kubawa ke psikolog, dia anak yang pandai, IQ-nya 140. Tapi tingkah lakunya benar-benar memprihatinkan. Tempo hari, anakku itu berada di kamar terus, kerjanya hanya baca komik saja... Setelah dimarahi, eh! Dia sudah tidak baca komik, tapi nonton TV melulu berjam-jam kayak tidak ada kerjaan lain.. Nanti kalau sudah dimarahi, baru dia belajar di meja makan. Aku nggak tahu apa saja yang dikerjakannya di meja makan tersebut, kerjanya hanya mencorat-coret meja, benar-benar bikin kepalaku pusing.. Belakangan setelah aku marahi lagi, sekarang dia jadi suka berteriak-teriak histeris, suka berbohong dan suka memukul adiknya. Aku lihat, anak ini memang aneh... masakan...”

”Jawab pertanyaan saya!” Potong saya. Tampaknya, jika saya tidak memotong pembicaraannya, ibu ini tidak akan berhenti berbicara. “Sebenarnya, apa yang harus dilakukan anakmu itu supaya bisa membuatmu senang?” Tanya saya. Pertanyaan saya membuat suasana menjadi sunyi, ibu itu berpikir keras untuk menjawab pertanyaan saya. Jika tadi tampaknya ia mau bersahabat mencurahkan isi hatinya pada saya, kini tampak raut wajahnya kesal karena saya bertanya demikian.

“Dirimu sendiri tidak tahu apa yang kau inginkan, itulah yang membuat anakmu juga menjadi bingung. Kebingunganmu sudah sedemikian parahnya, sehingga anakmu menjadi frustrasi, itulah mengapa ia mulai melakukan hal yang tidak baik. Tidakkah engkau mampu melihat anakmu menuruti setiap perkataanmu, tapi akhirnya selalu kaumarahi juga? Semua yang ia lakukan, selalu salah di matamu!” Jelas saya.

“Aku benci kehamilanku yang pertama...” Sahut ibu itu sambil tertunduk. Oh! Ternyata, ada masa lalu yang harus didamaikan, kata hati kecil saya. Kisah ibu ini hanya salah satu dari sebegitu banyak kisah menyedihkan dimana anak-anak yang tidak mengerti apa-apa telah menjadi korban kelabilan orangtua. Banyak anak-anak pandai tidak dapat mencapai hasil yang maksimal justru karena ketidakmampuan diri orangtuanya berdamai dengan masa lalunya, anak-anak itu dipaksa untuk merasakan kesedihan dan kelabilan orangtuanya dan menjalani rutinitas hidup yang ’sakit’ di dalam raga yang seharusnya sehat.

Yacinta Senduk SE, SH, MBA, LLM
FB fanpage: Yacinta Senduk
Blogs:
www.yacintasenduk.blogspot.com
www.yacintasenduk.wordpress.com
Follow twitter: @Yacinta_Senduk
Add Yemayo-AEC BB Pin: 2736346A untuk twitter keluarga harian


Bunda BELANJA atau PASANG IKLAN GRATIS:
http://www.bundabijakpandai.blogspot.com

Catatan Ibu

Sejak kerap berbicara lama di telepon, kutahu seorang gadis telah merebut hatimu. Kue kesukaanmu yang kubuatkan untukmu kini tak banyak kaumakan.

Berat kini hatimu menemaniku pergi berbelanja, tak lagi seperti dulu saat kuajak pergi kau melompat kegirangan dan berceloteh sepanjang jalan.

Ada saja alasanmu menolak ajakanku pergi. Mulai terasa sepi pula bepergian sendiri tanpamu, sayang.

Ketika kulewati toko-toko mainan itu, kuingat dulu kau selalu membuatku berhenti dan membelikanmu sebuah mainan; senapan, mobil-mobilan, kapal-kapalan.

Tapi kini aku tak harus lagi berhenti di sana, karena kau bukan lagi seorang bocah yang mudah disenangkan hatinya dengan mainan-mainan itu.

Saat kecilmu, kau selalu menarik tanganku ke tempat tidurmu meminta aku membacakan buku-buku kesayanganmu;  walau kuterkantuk, kubacakan untukmu.

Kini... bahkan saat kumelihatmu dari luar, kau segera menutup kamarmu tak ingin bicara denganku. Telah ada hal-hal pribadimu yang kini harus kuhormati.

Saat ingin kuajak kau bicara, tentang hal sekolahmu atau kegiatanmu sehari-hari, kau menjawabnya setengah hati. Namun jika teleponmu berbunyi?

Wajahmu berubah riang. Dari seorang yang tampak tak punya kata-kata untuk berbicara denganku, tiba-tiba kau begitu fasihnya berbicara dengan gadis pujaanmu.

Aku tidak sedang cemburu, sayang. Aku pun pernah muda dan jatuh cinta. Aku hanya rindu masa-masa di mana kau begitu dekat denganku.

Masa-masa itu, sering kau buat aku bingung dengan teriakan-teriakanmu, berlarian ke sana kemari. Masa itu aku pernah menginginkan kau segera saja jadi dewasa.

Saat ini... aku sungguh rindu bocah kecilku yang aktif  bermain, yang  setelah kelelahan dan masih berkeringat kau sandarkan kepalamu padaku dan tertidur.

Anakku sayang sudah beranjak dewasa kini. Ibu tak bisa terlalu mendekat lagi dan kau pun tak ingin terlalu mendekatku lagi. Tidak mengapa...

Aku bersyukur pada TUHAN untuk hari-hari yang kulewati denganmu, kau adalah anugerah-NYA yang terindah. Ingatlah sayang, saat kesulitan, ibu ada di sini untukmu.

Tak mungkin ibu kan selalu dapat mendampingimu dari dekat;  untuk itulah, setiap hari, tak putus kusebutkan namamu di dalam doaku.

Yacinta Senduk SE, SH, MBA, LLM
FB fanpage: Yacinta Senduk
Follow twitter: @Yacinta_Senduk
Add Yemayo-AEC BB Pin: 2736346A untuk twitter keluarga harian

Ikuti sekilas parenting kami di youtube: http://youtu.be/DB_ewJfxGzg


Bunda BELANJA atau PASANG IKLAN GRATIS:
http://www.bundabijakpandai.blogspot.com

Catatan ayah...

Twitter keluarga 24, 25 November 2011

24 November 2011

Hari ini ingin kuberikan catatan-catatan seorang ayah yg indah namun mengharukan.

Ketika anak perempuanku akan melanjutkan study-nya jauh dari kotaku, hatiku gelisah, tp mengingat masa depannya; kurelakan ia pergi.

Wajahnya antusias, matanya ber-binar2.. Seandainya ia tahu, berat sungguh hatiku melepasnya. Ia memeluk & menciumku, ucap salam perpisahan.

Kupandangi ia beranjak pergi.. Ia bukan lg si mungil yg belepotan saat makan es krim yg meminta aku menyeka mulutnya..

Ia bukan lagi si mungil dulu yg menengadahkan kedua tangannya meminta aku menggendongnya krn ia sdh lelah berjalan..

Ia tidak lagi menungguku pulang sampai terkantuk utk membantunya membuat PR Matematika...

Ia tidak lagi menemaniku memancing, yg menangis melihat ikan pancinganku menggelepar & memaksaku pulang..

Ia tidak lagi membuatku mencoba masakan pertamanya, yg rasanya membingungkan namun tetap kupuji hingga ia memberiku sepiring lg.

Ketika ia memberitahukan nilai rapot & ijazahnya yg bertaburkan angka 9 itu, bangga sekaligus sedih mendera. Kutahu apa yg akan dimintanya.

Yaitu ijin melanjutkan study-nya di kota itu. Oh, putri cantikku, andai kautahu betapa besar khawatirku, betapa tdk ingin aku mengijinkan..

Dan betapa besar rasa rinduku kelak tanpa hadirmu.. Tapi, ini bukan ttg aku, ini ttg engkau menjadi wanita mandiri. Berat hati kuijinkan..

Pergilah, putri cantikku, gapailah cita2mu. Dan ENGKAU yg kuasa, jagalah putri cantikku senantiasa, luruskan & mudahkan jalannya.

Aku yg tak rajin bertelut & penuh logika ini.. tak berdaya & hanya mampu memohon padaMU. Jagalah putriku, kumohon, jagalah ia, TUHAN.


25 November 2011

Hari ini putri cantikku siap menempuh hidup barunya dgn seorang pria pilihannya. Ia memegang tanganku gelisah.

'Ayah, apakah ia akan menjagaku sebaik ayah menjagaku?' Tanya putriku. Aku tercengang.

Aku laki2 yg penuh ego, sejenak berpikir. Seketika itu aku bertanya dlm hatiku, bahagiakah istriku hidup dgnku?

Terlintas hari2 sulit dimana pertengkaran2 sebabkan istriku menangis krn kerasnya hatiku. Terlintas, mungkin putri cantikku kan alami itu.

Dan jika pria yg akan dinikahinya itu menyebabkan sulit hidup putri cantikku.. Jangan! Jangan sampai pria itu menyakiti ia yg kusayangi.

'Ayah.., jawablah ayah. Apakah ia akan menjagaku sebaik ayah menjagaku?' Tanya putriku memohon aku menjawab.

Tapi banyak juga masa2 indah kulalui dgn istriku. Sampai pd hari ini, aku mensyukuri hidupku yg telah memberikan pasangan yg sabar & setia.

Sungguh tidaklah mudah. Tetapi jika sepasang kekasih itu mau belajar &  saling membahagiakan, niscaya rumahtangga itu kan semakin kokoh.

'Ayah tdk tahu jawabannya, sayang. Tapi kau berhati lembut & tegar seperti ibumu.' Jawabku sambil menurunkan slayer penutup mukanya.

'Kalian dapat saling menjaga jika mau mengalah.' Lanjutku.. 'Doakan aku, ayah.' Kata putriku dari balik slayernya. Ia tampak sangat cantik.

Inilah putriku yg akan mengarungi hidup barunya. Putri kecilku yg telah menjadi wanita dewasa..

Saat ia kecil dulu, jk mendengarnya sakit, entah dimana kuberada, aku kan datang ter-gesa2 utk berada di sampingnya sampai turun demamnya.

Jika ia alami kesulitan2, aku ingin selalu berada di sampingnya tanpa nasihat. Kami ber-nyanyi2 sambil membicarakan bintang2 di langit.

Akan mampukah pria pilihannya mendampingi putriku seperti aku selalu berusaha ada untuknya? Hatiku gelisah bukan kepalang.

Sesak rasanya dada ini. Jgn ada yg sakiti putri cantikku.. Terdengar janji pernikahan diucapkan. "Oh TUHAN, berikan putriku hidup yg baik."



Follow Twitter: @Yacinta_Senduk
Add BB Pin Yemayo-AEC: 2736346A
Fanpage Facebook: http://www.facebook.com/pages/Yacinta-Senduk/124113834349748
Tulisan keluarga: www.yacintasenduk.blogspot.com

What's App: 0812.1355.1870

Dengan semua usaha dan perjuangan staff Yemayo AEC secara nyata dan sangat jauh dari bilangan mudah, kami boleh berbangga mengatakan bahwa kami memang berbeda karena kami berkualitas!

Nomor Telephone pusat Yemayo AEC sekarang adalah: 0851.086.50001
What's App: 0812.1355.1870
Pin BB: 2736346A
Line: yemayo_aec_jakarta (BUKAN yemayo_aec)